Mengintip Jejak Sejarah Kediaman Meneer Bosscha, Pangalengan

IMG00184-20120505-1440-2-600x449

Kabut tipis sudah menggelayut di hamparan perkebunan teh Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Meski waktu masih menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat, terik matahari sudah nampak meredup di tengah suhu 15 derajat celcius saat itu.

Perkebunan Teh Malabar, 7 kilometer dari pasar Pangalengan, atau dua jam perjalanan dari Kota Bandung, permadani hijau yang kini dimiliki PT Perkebunan Nusantara, tak hanya menyajikan eksotisme alam yang membuat setiap orang berdecak. Malabar, perkebunan teh yang cukup mahsyur di Jawa Barat, juga memiliki nilai sejarah yang cukup menarik untuk diurai.

Pamor pangalengan, memang tak bisa dilepaskan dari jasa besar seorang Karel Albert Rudolf (K.A.R) Bosscha. Di tengah hamparan pohon teh dan tanaman kina di luas lebih lahan 2 ribu hektar ini, sejarah tersebut masih mampu terrekam melalui jejak dan peninggalan kediaman Meneer yang masih nampak orisinil dan ciri khas peninggalan kolonial.

Dua kilometer dari arah pintu masuk perkebunan teh Malabar, Jejak sejarah Meneer melalui bekas kediamannya, masih utuh dan dipertahankan seperti aslinya tatkala dibangun sekitar 1896.

Memasuki pelataran rumah Bosscha, bangunan ciri Belanda, masih kokoh tegap menyambut para pengunjung yang ingin melihat sisa sejarah, peninggalan asli kediaman penggagas dan pendiri pembangunan Kampus ITB, Gedung Merdeka, dan Observatorium Bosscha di Lembang tersebut.

Nampak sederhana secara fisik dari tampak luar bangunan yang didominasi papan dan kayu tersebut. Rumah ini, ditinggali Meneer Bosscha tatkala menjadi pemimpin perkebunan Malabar, sejak 1896 hingga tutup usia pada 1928.

Rumah peristirahatan dengan mengadopsi arsitektur Eropa ini ditandai dengan tegaknya cerobong asap dari tungku kayu bakar ruang tengah rumah tersebut. Kekohan bangunan pun, tersentuh melalui batuan alam warna hitam pada dinding luar. Tanaman besar dan kecil sekitar kediaman meneer, turut memberi kesan asri bangunan persegi ini.

Berada pada ketinggian 1.531 meter di atas permukaan laut, keniscayaan rasa dingin memang tak mampu terhindar. Uniknya, udara dingin serasa membuyar memasuki ruang tamu sosok yang telah menorehkan ilmu pengetahuannya di pulau Jawa tersebut. Pasalnya, Langit-langit rumah pada bagian dalam dibuat rendah, perapian di antara ruang keluarga dan ruang makan. membuat kehangatan seisi ruangan tersebut menyergap.

Sambutan hangat Meneer, dapat terasa melihat beberapa foto lama yang tergantung di dinding. Sosok kharismatik, berperawak gemuk, dengan senyum yang nyaris dingin, terpampang pada foto yang dipasang di antara ruang tamu dan keluarga di depan pintu masuk rumah tersebut.

Lebih dekat merasakan nuansa 1800an, Di ruang tamu rumah Meneer, apik dilengkapi dengan kursi dan meja bundar antik yang berlapis kaca seukuran satu centi. Kayu jati asli berwarna coklat, menjadi tiang lampu khas eropa yang dipasang di sudut rak dekat dengan meja baca.

Memasuki ruang keluarga, persis di samping tungku perapian, piano buatan tahun 1887 masih bersandar pada posisi yang berhadapan dengan miniatur gamelan. Konon, menurut Maman (50), pengelola rumah peristirahatan ini, gamelan, dan alat musik lainnya, sering digunakan sebagai sarana hiburan bagi keluarga Meneer pada saat malam senggang.

“Dahulu, katanya Meneer memang suka mendengar lantunan gamelan bersama para kerabatnya,” ujar Maman yang menemani kami menjelajahi tiap sudut rumah tersebut.

Mengintip kamar peristirahatan Meneer, kita dihadapkan sebelumnya oleh lemari besar setinggi 2 meter yang dengan dinding lorong menuju kamar tidur Bosscha. Kayu jati, masih menjadi andalan kedua daun pintu lemari dinding tersebut. sepanjang lorong menuju ruang peristirahatan, di sisi kanan kita dapat melihat pemandangan Gunung Nini melalui jendela besar yang di tiap kedua sisinya terikat korden dari bahan kelambu.

Kamar tidur Bosscha pun masih terawat. Meski demikian, ujar Maman, bagian ini merupakan bagian yang mendapat rehabilitasi yang besar pasca gempa yang melanda Pangalengan 2009 silam. Di kamar ini pun, tertata meja tulis beserta bangku yang biasa digunakan Bosscha sebagai ruang membaca ataupun membaca kembali hasil penjualan teh pada saat itu.

Jika memasuki ruang bawah tanah yang dahulu digunakan sebagai ruang bilyar, akan terasa jejak sang pemilik rumah yang telah tiada 90 tahun lalu. Namun menurut Maman, ruangan ini difungsikan oleh pejabat PTPN untuk dijadikan gudang penyimpanan. Sayangnya, ruangan tersebut terkunci, kami hanya dapat melihat dari teralis luar ruangan yang tak berkaca tersebut.

Menurut Maman, rumah Meneer Boscha kini dijadikan museum oleh Pihak PTPN bagi pengunjung yang hendak berwisata ke Perkebunan Teh Malabar. Meski demikian, sesekali waktu, tempat ini pun dijadikan rumah penginapan bagi para pejabat PTPN yang sedang melakukan peninjauan di lahan yang juga memiliki pabrik teh bersejarah peninggalan kolonialisme Belanda.

Melihat keseluruhan isi rumah beserta lingkungan sekitar, sekiranya kita mampu memahami kejeniusan sosok Bosscha, khususnya pada pengembangan sektor perekonomian warga setempat. Kini sisa sejarah, masih tetap dipertahankan oleh warga sekitar. Kesohorannya, masih terpatri dalam tiap peradaban masyarakat Pangalengan. Setidaknya, ini didapat dari lokasi Meneer, yang diketahui oleh warga Pangalengan, meskipun mereka berlokasi di tapal batas kecamatan, jauh dari lokasi bersejarah tersebut terletak.

8 Film Misteri Terbaik Dengan Sudut Pandang Berbeda

Salah satu alasan mengapa kita menikmati film misteri adalah teka-teki mengenai pertanyaan-pertanyaan dalam hidup yang tidak bisa dijelaskan secara logika. Mahluk halus, fantasi, kematian, psikis dan hal-hal lain diluar jangkauan manusia selalu menjadi topik yang selalu menarik untuk di tonton.

Berikut delapan film misteri yang wajib hukumnya untuk di tonton jika anda adalah penggemar film-film misteri . Film-film ini menyajikan sudut pandang yang lain mengenai hal-hal yang diluar kuasa manusia dan kekuatan cerita dalam film ini akan membuat anda bertanya-tanya setelah film ini berakhir.

Selamat menikmati!

1. I Saw the Devil (2010)

Apakah kita benar-benar mengenal diri kita sendiri? Pertanyaan ini adalah salah satu dasar pembangunan cerita film ini. Film Korea Selatan yang dibuat pada tahun 2010 mengambil kisah mengenai  pembalasan dendam seorang agen rahasia yang mengetahui tunangannya dibunuh oleh pembunuh berantai. Sang agen pun memburu pembunuh ini dan melakukan terror terhadap pembunuh tanpa mengenal belas kasihan.

Film ini menceritakan bagaimana manusia bisa menjadi mahluk yang sangat buas, bahkan sangat buas sehingga diri kita tidak menyadari apakah yang kita lakukan adalah baik atau buruk. Salah satu film Korea Selatan terbaik ini wajib masuk dalam daftar film “akan tonton” anda.

 

2. Jacob’s Ladder (1990)

Film yang mengambil latar Amerika Serikat pasca perang Vietnam ini bercerita mengenai  Jacob seorang  veteran perang Vietnam yang trauma pasca peperangan, trauma ini terus membayangi kehidupan Jacob dan beberapa temannya sesama veteran perang, kejadian-kejadian menakutkan terus membayangi kehidupannya.  Kejadian-kejadin ini akhirnya bermuara pada kejadian yang sulit dipercaya, bahkan oleh Jacob sendiri

Tokoh Jacob diperankan oleh aktor kawakan Tim Robbins yang juga bermain dalam film The Shawshank Redemption dan Mystic River.

 

3. Let the Right One In (2008)

Dingin dan kelam, kesan itulah yang dirasakan ketika menonton film besutan Tomas Alfredson ini, Film yang diadaptasi dari karya John Ajvide Lindqvist ini mengangkat kisah yang tidak biasa, kisah Persahabatan seorang vampire dengan seorang anak kecil.

Film ini berawal ketika Oskar seorang anak pengecut yang sering dibulli berkenalan dengan Eli tetangga baru yang datang dengan pamannya. Mereka kemudian menjalin persahabatan, ditengah perjalanannya Oskar mendapati bahwa Eli adalah seorang vampire yang berusia ratusan tahun. Mereka berdua akhirnya saling memberikan kekuatan.

Film yang sudah diadaptasi Hollywood dengan judul Let Me In ini diganjar dengan 60 penghargaan dari berbagai festival film diseluruh dunia.

 

4. Psycho (1960)

Salah karya klasik dari godfathernya film horror Alfred Hitchcock. Berkisah mengenai Lila Crane yang diperankan oleh Vera Miles yang mencuri uang perusahaan untuk memulai hidup baru. Dalam pelariannya menuju rumah pacarnya. Lila menginap disebuah hotel yg dimiliki oleh Norman Bates seorang pemuda yang seumur hidupnya selalu dalam bayang-bayang ibunya. Kisah pun berlanjut ketika Lila mulai mencium hal yang aneh dalam rumah yang ditinggali Norman.

Film yang dibuat tahun 1960 ini merupakan salah satu thriller terbaik pada zamannya, atau mungkin yang terbaik sepanjang masa. Kombinasi antara cerita dan  Hitchcock sound effect yang menjadi ciri khas karya-karya Hitchcock membuatnya menjadi salah satu legenda film dunia yang jelas tidak boleh anda lewatkan.

 

5. The Shining (1980)

Bagi anda pecinta film horror, film ini adalah salah satu film yang wajib untuk ditonton, bahkan banyak yang mengatakan ”Jangan sebut diri anda sebagai pecinta horror jika belum melihat The Shining”.

Di film inilah kita hanya bisa melihat bagaimana dua master berkolaborasi dalam sebuah film, ya masternya sutradara film-film misteri almarhum Stanley Kubrick dan dewanya novel-novel misteri Stephen King  berkolaborasi menciptakan film horror yang menegangkan. Penampilan yang memukau dari tokoh utama yang diperankan Jack Nicholson menambah label film ini adalah film horror terbaik sepanjang peradaban manusia.

Film yang menyajikan ketegangan dari awal sampai akhir ini bercerita mengenai  Jack Torrance, seorang Novelis yang menjaga sebuah hotel terpencil pada musim dingin bersama istri dan anak lelakinya. Disinilah kejadian-kejadian aneh dimulai, perubahan sikap Jack, serta anak lelakinya yang indigo melihat bermacam-macam kejadian yang menyeramkan. Kubrick dengan lihai membuat suasana mencekam dalam film sehingga membuat bulu kuduk anda berdiri.

 

6. Secret Window (2004)

Mort Rainey (Johnny Depp), seorang novelis dituduh melakukan plagiat oleh seseorang yang mengaku bernama John Shooter, orang asing ini terus menerus meneror kehidupan sang novelis. Rainey yakin bahwa karya yang ia buat merupakan asli, tetapi semakin ia meyakini bahwa tulisan yang dia buat asli, terror dari Shooter semakin kencang, bahkan ia tega membunuh siapa saja yang membanti Reiney

Sekali lagi harus diakui jika Stephen King adalah rajanya cerita misteri, king dengan cerdas meramu batas-batas antara kenyataan dan fantasi dengan sempurna di film ini.

 

7. The others (2001)

Apa reaksi anda ketika rumah yang anda tinggali ternyata dihuni juga oleh mahluk lain? Apakah kita harus mengusirnya atau berdamai dengan berbagi bersama mereka? Film yang dibintangi Nicole Kidman ini memberikan perspektif yang berbeda mengenai mahluk halus.

Grace Stewart yang tinggal bersama dua anaknya yang mengidap photosensitive atau alergi terhadap cahaya disebuah rumah besar, Grace Stewart harus menghadapi fakta, bahwa suaminya tidak pernah kembali dari peperangan.

Ibu dua anak ini juga, harus menyadari jika rumah yang ditinggalinya ternyata dihuni oleh mahluk lain, bisakah mereka menghadapi kenyataan ini? Harus diakui Film ini juga merupakan salah satu The best movie endings.

 

8. Pan’s Labyrinth (2006)

Film yang berlatar belakang Spanyol pada tahun 1940an ini mengisahkan Ofelia yang diperankan oleh Ivana Baquero, Seorang gadis kecil yang terpaksa untuk mengikuti ibunya yang tengah hamil untuk tinggal bersama suami barunya, Kapten Vidal.

Ditempat barunya Ofelia bertemu peri  yang memberi tahu ia jika ia adalah seorang putri dari sebuah kerajaan yang berumur ribuan tahun. Oleh peri itu Ofelia ditugaskan untuk melakukan tiga misi jika ofelia ingin kembali dan bertemu keluarga ia yang sesungguhnya. Misi inilah yang membawa ofelia ke dunia penuh misteri dan bertemu mahluk-mahluk menyeramkan.

Film yang ditulis dan sekaligus disutradarai oleh spesialis film fantasi Guillermo del Toro ini dinominasikan untuk 6 kategori Oscar tiga diantaranya diboyong pulang untuk kategori Best Achievement in Art Direction, Best Achievement in Cinematography dan Best Achievement in Makeup. Dominasi film ini juga ditegaskan dengan 74 penghargaan dari berbagai festival film diseluruh dunia.

10 Film Politik Terbaik

Bosan dengan film-film romantis, kisah-kisah heroik superhero amerika atau anda sudah jengah dengan film-film horror yang berselimut sex. Atau jika anda tertarik mengenai kejadian-kejadian bersejarah tetapi malas untuk menonton film-film documenter yang berbelit dan membosankan. Saya merekomendasikan 10 Film alternative yang mengusung tema politik dan conspiracy theory yang layak (mungkin wajib) untuk ditonton. Kebanyakan film ini bercerita mengenai beberapa kejadian-kejadian nyata, intrik politik, kejahatan korporasi dan kisah fiktif yang menarik.

Walaupun terkesan memiliki alur cerita yang berat tetapi saya mencoba tetap menitik beratkan pada kaca mata hiburan. Metode pengurutan film ini juga tetap menitik beratkan pada aspek hiburan. Saya tidak akan merekomendasikan film-film yang akan membuat anda bingung, atau bertanya-tanya selepas anda membaca credit title pada saat film berakhir.

Sengaja saya mereview film dengan singkat dengan harapan anda yang akan menontonnya akan mendapatkan kejutan-kejutan dan akan membangkitkan rasa ingin tahu yang lebih besar pada kejadian-kejaadian dan peristiwa yang ada pada film-film dibawah ini.

10. Frost/Nixon (2008)

full-frost-slash-nixon-poster

Film ini mengisahkan proses wawancara David Frost dan Richard Nixon pasca skandal Watergate, konon wawancara antara Frost dan Nixon ini adalah salah satu wawancara politik paling berpengaruh didunia.

9. Wag The Dog (1997)

wag_the_dog_ver3

Pernahkan kita membayangkan jika konstalasi politik di negeri ini merupakan drama (benar-benar darama) yang memiliki sutradara, produser dan aktor-aktris dan scenario yang bisa dibuat semaunya. Film ini mengisahkan strategi presiden US dalam memenangi pemilu dan menggunakan segala cara untuk memenangkannya. Diperankan dengan apik oleh dua aktor hebat Dustin Hoffman dan Robert De Niro

8. The Ghost Writer (2010)

the_ghost_writer

Film ini merupakan adaptasi dari judul novel The Ghost karya Robert Harris yang bercerita mengenai penulis bayangan yang disewa mantan perdana menteri inggris untuk menulis memoir mengenai dirinya. Dalam proses penulisan memoirnya, sang penulis menemukan fakta-fakta yang menngejutkan mengenai sang perdana menteri tersebut.

7. The Manchurian Candidate (2004)

manchurian_candidate_ver2

Film The Manchurian Candidate yang dirilis tahun 2004 ini merupakan remake film yang berjudul sama tahun 1964 yang di perankan oleh Frank Sinatra. Mengapa saya lebih memilih The Manchurian Candidate yang dibuat pada tahun 2004, karena film ini lebih merepresentasikan panggung politik Amerika serikat pada saat ini. Kisah film ini bercerita mengenai seorang prajurit (Denzel Washington) yang dicuci otaknya demi kepentingan politik yang besar.

6. The Whistleblower (2010)

the_whistleblower_poster_2

Film yang diangkat dari kisah nyata Kathryn Bolkovac seorang polisi dari Amerika Serikat yang ditugaskan UN untuk menjaga perdamaian di bosnia bosnia. Film yang diperankan sempurna oleh Rachel Weisz ini mengungkit skandal human trafficking yang melibatkan kekuatan besar dan juga kisah kelam pasca peperangan di bosnia yang jarang diketahui dunia.

5. The Insider (1999)

insider_ver1

Bercerita mengenai Jeffrey Wigand (Russell Crowe ) mantan peneliti yang bekerja untuk lembaga riset tembakau di Amerika Serikat, yang mengungkapkan keburukan-keburukan perusahaan rokok di Amerika Serikat pada acara “60 Minutes”. Film yang diangkat dari kisah nyata, menceritakan kekuatan media massa sebagai gerakan sosial. Film yang mendapat 7 nominasi Oscar ini juga menghadirkan Al Pacino sebagai host acara tersebut.

4. Elite Squad: The Enemy Within (2010)

elite-squad-the-enemy-within-poster

Elite Squad: The Enemy Within merupakan sekuel dari film Elite Squad (2007), tapi tenang saja kedua film ini memiliki alur cerita yang berbeda.film produksi negara Brasil ini meraih 22 award dari berbagai penghargaan film didunia. Bercerita mengenai sepak terjang Lt. Colonel Nascimento dalam membasmi koruptor di Brasil.

3. Being There (1979)

being_there_poster1

Film komedi satir buatan tahun 1979 ini menceritakan tukang kebun yang secara tidak sengaja berteman dengan ekonom berpengaruh di Amerika Serikat dan menjadi penasihatnya. Dimainkan dengan kocak oleh Peter Sellers yang juga pernah menjadi James Bond (Casino Royale 1967), difilm ini ia menjadi salah satu nominator Pemeran Utama Terbaik pada Oscar tahun 1980.

2. JFK (1991)

jfk

Harus diakui jika film yang dibintangi Kevin Costner ini merupakan salah satu film semi dokumenter terbaik yang pernah ada, film ini menceritakan investigasi yang dilakukan seorang Pengacara wilayah mengenai drama pembunuhan JFK. Film ini merajai Academy Award dengan 8 nominasi dan dua diantaranya berhasil diraih untuk kategori Best Cinematography dan Best Film Editing.

1. The Constant Gardener (2005)

600full-the-constant-gardener-poster

Banyak pertimbangan mengapa saya menempatkan The Constant Gardener sebagai film politik terbaik dalam list ini. Film ini tidak hanya melulu menceritakan politik dan kejahatan korporasi yang terorganisir, bahkan saya menganggap film yang dimainkan oleh Ralph Fiennes dan Rachel Weisz ini merupakan salah satu film drama percintaan terbaik. Disutradarai oleh Fernando Meirelles yang juga menjadi sutradara film fenomenal City of God (2002).

Bercerita mengenai diplomat Inggris yang menginvestigasi kematian istrinya yang juga aktivis kemanusiaan. Dalam perjalanannya ia menemukan fakta mencengangkan mengenai kematian istri tercintanya dan juga fakta-fakta menyedihkan kehidupan di afrika, dan fakta ini yang menempatkan ia dalam kondisi yang membahayakan. Film yang mengantarkan Rachel Weisz sebagai pemenang Oscar dalam kategori Best Performance by an Actress in a Supporting Role tahun 2006 ini diangkat dari Novel karya John le Carré yang berjudul sama.
Selamat menikmati!

A good conspiracy is unprovable. I mean, if you can prove it, it means they screwed up somewhere along the line –Mel Gibson (Conspiracy Theory – 1997)

Bersembunyi di Ombak Tujuh

Pantai Ombak Tujuh Ujung Genteng

Jika anda ingin berkunjung ke Ujung Genteng, salah satu objek wisata yang tidak boleh terlewatkan adalah Pantai Ombak Tujuh, nama ini diberikan oleh penduduk sekitar karena konon ombak didaerah ini selalu bergulung/berurutan sebanyak tujuh kali. Panorama yang indah, ombak yang besar serta air yang jernih akan membuat anda betah berjam-jam berjemur di ombak tujuh.

Bagi para pecinta wisata pantai, Ujung Genteng merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Terletak di pesisir pantai selatan jawa barat kabupaten sukabumi, ujung genteng memakan waktu tempuh sekitar 6-7 jam perjalanan dari Jakarta.

Ombak tujuh merupakan salah satu tujuan para surfer lokal dan mancanegara karena ombaknya yang besar dan garis pantai yang panjang, sangat cocok bagi olahraga surfing. Ya, memang salah satu daya pikat Pantai Ombak Tujuh adalah garis pantainya yang panjang, terbentang sekitar 5-6 kilometer, ditambah dengan pasirnya yang putih dan halus.

Menurut penduduk sekitar ujung genteng, waktu yang pas untuk berkunjung ke Pantai Ombak Tujuh adalah sekitar bulan juni dan juli. Pada kisaran bulan tersebut, ombak akan lebih besar dan banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke daerah ini untuk berselancar atau sekedar berjemur.

Untuk mencapai ombak tujuh ada dua alternative perjalanan yang dapat di tempuh, pertama anda dapat menyewa kapal nelayan yang ada disekitar kawasan ujung genteng dengan memakan waktu sekitar setengah jam, dan pilihan kedua adalah dengan menyewa ojek yang ada disekitar kawasan ujung genteng.

Dengan menyewa ojek waktu tempuh memang lebih lama sekitar sejam setengah, tapi anda akan disuguhkan dengan perjalanan yang menantang, melewati jurang dan membelah sungai. Dan perjalanan melelahkan ini akan dibayar dengan “hidden paradise” keindahan ombak tujuh.

Lorem Movies

Lorem Ipsum

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nam cursus. Morbi ut mi. Nullam enim leo, egestas id, condimentum at, laoreet mattis, massa. Sed eleifend nonummy diam. Praesent mauris ante, elementum et, bibendum at, posuere sit amet, nibh. Duis tincidunt lectus quis dui viverra vestibulum. Suspendisse vulputate aliquam dui. Nulla elementum dui ut augue. Aliquam vehicula mi at mauris. Maecenas placerat, nisl at consequat rhoncus, sem nunc gravida justo, quis eleifend arcu velit quis lacus. Morbi magna magna, tincidunt a, mattis non, imperdiet vitae, tellus. Sed odio est, auctor ac, sollicitudin in, consequat vitae, orci. Fusce id felis. Vivamus sollicitudin metus eget eros.
Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. In posuere felis nec tortor. Pellentesque faucibus. Ut accumsan ultricies elit. Maecenas at justo id velit placerat molestie. Donec dictum lectus non odio. Cras a ante vitae enim iaculis aliquam. Mauris nunc quam, venenatis nec, euismod sit amet, egestas placerat, est. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Cras id elit. Integer quis urna. Ut ante enim, dapibus malesuada, fringilla eu, condimentum quis, tellus. Aenean porttitor eros vel dolor. Donec convallis pede venenatis nibh. Duis quam. Nam eget lacus. Aliquam erat volutpat. Quisque dignissim congue leo.
Mauris vel lacus vitae felis vestibulum volutpat. Etiam est nunc, venenatis in, tristique eu, imperdiet ac, nisl. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. In iaculis facilisis massa. Etiam eu urna. Sed porta. Suspendisse quam leo, molestie sed, luctus quis, feugiat in, pede. Fusce tellus. Sed metus augue, convallis et, vehicula ut, pulvinar eu, ante. Integer orci tellus, tristique vitae, consequat nec, porta vel, lectus. Nulla sit amet diam. Duis non nunc. Nulla rhoncus dictum metus. Curabitur tristique mi condimentum orci. Phasellus pellentesque aliquam enim. Proin dui lectus, cursus eu, mattis laoreet, viverra sit amet, quam. Curabitur vel dolor ultrices ipsum dictum tristique. Praesent vitae lacus. Ut velit enim, vestibulum non, fermentum nec, hendrerit quis, leo. Pellentesque rutrum malesuada neque.
Nunc tempus felis vitae urna. Vivamus porttitor, neque at volutpat rutrum, purus nisi eleifend libero, a tempus libero lectus feugiat felis. Morbi diam mauris, viverra in, gravida eu, mattis in, ante. Morbi eget arcu. Morbi porta, libero id ullamcorper nonummy, nibh ligula pulvinar metus, eget consectetuer augue nisi quis lacus. Ut ac mi quis lacus mollis aliquam. Curabitur iaculis tempus eros. Curabitur vel mi sit amet magna malesuada ultrices. Ut nisi erat, fermentum vel, congue id, euismod in, elit. Fusce ultricies, orci ac feugiat suscipit, leo massa sodales velit, et scelerisque mi tortor at ipsum. Proin orci odio, commodo ac, gravida non, tristique vel, tellus. Pellentesque nibh libero, ultricies eu, sagittis non, mollis sed, justo. Praesent metus ipsum, pulvinar pulvinar, porta id, fringilla at, est.
Phasellus felis dolor, scelerisque a, tempus eget, lobortis id, libero. Donec scelerisque leo ac risus. Praesent sit amet est. In dictum, dolor eu dictum porttitor, enim felis viverra mi, eget luctus massa purus quis odio. Etiam nulla massa, pharetra facilisis, volutpat in, imperdiet sit amet, sem. Aliquam nec erat at purus cursus interdum. Vestibulum ligula augue, bibendum accumsan, vestibulum ut, commodo a, mi. Morbi ornare gravida elit. Integer congue, augue et malesuada iaculis, ipsum dui aliquet felis, at cursus magna nisl nec elit. Donec iaculis diam a nisi accumsan viverra. Duis sed tellus et tortor vestibulum gravida. Praesent elementum elit at tellus. Curabitur metus ipsum, luctus eu, malesuada ut, tincidunt sed, diam. Donec quis mi sed magna hendrerit accumsan. Suspendisse risus nibh, ultricies eu, volutpat non, condimentum hendrerit, augue. Etiam eleifend, metus vitae adipiscing semper, mauris ipsum iaculis elit, congue gravida elit mi egestas orci. Curabitur pede.
Maecenas aliquet velit vel turpis. Mauris neque metus, malesuada nec, ultricies sit amet, porttitor mattis, enim. In massa libero, interdum nec, interdum vel, blandit sed, nulla. In ullamcorper, est eget tempor cursus, neque mi consectetuer mi, a ultricies massa est sed nisl. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos hymenaeos. Proin nulla arcu, nonummy luctus, dictum eget, fermentum et, lorem. Nunc porta convallis pede.